11 pemain terbaik piala eropa 2020 versi UEFA -->

11 pemain terbaik piala eropa 2020 versi UEFA

Thursday, 22 July 2021, 14:21


Romelu Lukaku (Belgia)
Romelu Lukaku (Belgia)

UEFA telah mengumumkan Euro 2020 Team of the Tournament. Italia dan inggris mendominasi untuk pemain terbaik. Berikut adalah para pemainnya. Starting XI Euro 2020 versi UEFA: (4-3-3): Gianluigi Donnarumma; Kyle Walker, Leonardo Bonucci, Harry Maguire, Leonardo Spinazzola; Pierre-Emile Hojbjerg, Jorginho, Pedri; Federico Chiesa, Romelu Lukaku, Raheem Sterling. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut.

  • Gianluigi Donnarumma (Italia)

Posisi kiper jatuh ke penjaga gawang timnas Italia Gianluigi Donnarumma. Dia adalah pahlawan Gli Azzurri pada final piala eropa 2020 kontra Inggris. Donnarumma melakukan dua penyelamatan pada babak adu penalti vs Inggris, yang membantu timnas Italia juara Euro 2020. Kiper berusia 22 tahun itu juga dinobatkan sebagai pemain terbaik Euro 2020 berkat ketangguhan dan konsistensinya sepanjang turnamen. 

  • Kyle Walker (Inggris)

Dia tak seeksplosif Luke Shaw dalam menyerang, meski dia sejatinya adalah bek sayap kanan. Namun, ketenangannya di belakang, membuat gawang Inggris aman. Walker hanya sekali absen sejak penyisihan grup hingga final Piala Eropa 2020 (6 kali bermain). Dia membantu The Three Lions mencatatkan lima cleansheet beruntun dalam turnamen. Baca juga: Pesan Ibrahimovic untuk Donnarumma Usai Italia Juara Euro 2020.

  • Leonardo Bonucci (Italia)

Kontribusi Leonardo Bonucci sebagai bek tengah tak perlu diragukan. Ia mencetak gol di laga final, mencatat tiga cleansheet, turut jadi penendang penalti di semifinal dan final, dan tak pernah absen selama turnamen.

  • Harry Maguire (Inggris)

Bek tengah berikutnya adalah Harry Maguire. Ia menjadi tembok utama barisan pertahanan Inggris. Tiga cleansheet berhasil dibuatnya, dan keunggulannya dalam duel udara juga berhasil menyumbangkan satu gol untuk The Three Lions.

  • Leonardo Spinazzola (Italia)

Leonardo Spinazzola terpilih menjadi bek kiri terbaik. Meski sudah absen sejak semifinal karena cedera, ia sempat dua kali dinobatkan UEFA sebagai star of the match, yakni saat melawan Turki dan Austria. Dia menyumbang dua assist untuk Gli Azzurri selama Euro 2020. Statistik menarik lainnya, Spinazzola adalah pemain dengan lari tercepat di turnamen (38,8 kilometer per jam) 

  • Pierre-Emile Hojbjerg (Denmark)

Satu slot gelandang diisi Pierre-Emile Hojbjerg. Pemain Denmark ini selain jago membantu pertahanan, juga pandai menciptakan peluang. Tiga assist berhasil dibuatnya, dan mengantar Tim Dinamit melaju hingga semifinal.

  • Jorginho (Italia)

Perannya seolah tidak terlihat, tetapi gelandang berdarah Brasil ini adalah pemain tak tergantikan di lini tengah timnas Italia. Jorginho menjadi pemain paling sibuk di Piala Eropa 2020 dan selalu tampil sejak penyisihan grup. Area jelajahnya mencapai 86,6 kilometer. 

  • Pedri (Spanyol)

Gelandang Barcelona 18 tahun ini menjadi pemain muda terbaik Euro 2020. Dia mampu menggeser pemain senior Thiago Alcantara di lini tengah Spanyol. Tidak ada gol dan assist yang diciptakan Pedri. Namun, rasio operannya hebat, yakni 91,3 persen. Dia melakukan 359 umpan sukses dari 393 percobaan.

  • Federico Chiesa (Italia)

Chiesa adalah sayap paling eksplosif timnas Italia. Dia selalu bermain dalam tujuh laga sejak penyisihan grup hingga final. Baca juga: Usai Italia Juara Euro 2020, Bonucci Ajak Chiellini Main di Piala Dunia Selama Euro 2020, winger Juventus itu menyumbangkan dua gol untuk Gli Azzurri. Satu lagi, Chiesa adalah pemain tercepat kedua (33,2 km/jam) Italia setelah Spinazzola. 

  • Romelu Lukaku (Belgia)

Romelu Lukaku terpilih mengisi posisi penyerang tengah. Cukup menimbulkan perdebatan, mengingat jumlah golnya kalah dari Patrik Schick dan Cristiano Ronaldo. Namun empat golnya selama turnamen juga krusial terhadap perjalanan Belgia hingga perempatfinal.

  • Raheem Sterling (Inggris)

Raheem Sterling terpilih mengisi posisi penyerang kiri. Sterling selalu bermain dalam tujuh laga Inggris sejak penyisihan grup hingga final. Kontribusinya adalah tiga gol dan satu assist untuk Tim Tiga Singa. Meski 'hanya' mencetak tiga gol, namun semuanya krusial. Kalau tak ada gol-gol darinya, mungkin Inggris tak akan sampai babak final.

TerPopuler